Pengurusan Akte Kematian

Persyaratan Pengurusan Akte Kematian Tidak Terlambat (1 – 30 hari)

 

  1. Surat Pengantar dari Ketua RT dan RW
  2. Blanko Surat Keterangan Kematian yang sudah diisi
  3. Foto Copy KTP yang meninggal dan pelapor = masing-masing 2 lembar
  4. Kartu Keluarga asli (membuat KK baru untuk menghilangkan nama yang meninggal dalam KK)
  5. Foto Copy KK lama = 2 lembar + FC Blanko KK baru = 2 lembar
  6. Foto Copy KK pelapor apabila pelapor dan yang meninggal tidak satu KK = 2 lembar
  7. Surat Kematian dari Rumah Sakit (apabila meninggal di Rumah Sakit) asli dan foto copy = 1 lembar
  8. Apabila meninggal dirumah maka mengisi blanko Blanko Surat Pernyataan

 

Kematian 1.1Kematian 1.2Kematian 1.3Kematian 1.4Prosedur Pengurusan Akte Kematian Tidak Terlambat

 

Petugas penerima berkas mengecek kelengkapan berkas, apabila berkas sudah lengkap maka petugas Kelurahan akan memproses Surat Kematian dan KK tersebut, kemudian pemohon menerima Surat Kematian dari Kelurahan dan memfoto copy sebanyak 2 lembar, setelah itu langsung diserahkan kepada petugas dari Dispenduk yang ada dikelurahan tersebut untuk diproses lebih lanjut. Pemohon akan menerima tanda terima untuk pengambilan Akte Kematian dan KK.

Catatan :

Untuk Pembuatan Akte Kematian di Dispendukcapil harus dilampiri :

  1. Foto copy Akte Kelahiran yang meninggal
  2. Foto copy Surat Nikah yang bersangkutan (apabila sudah menikah)
  3. Foto copy Surat Nikah orang tua

Apabila tidak bisa melampirkan berkas-berkas tersebut, maka harus mengisi blanko Surat Pernyataan diatas materai.

Persyaratan Pengurusan Akte Kematian Terlambat (Lebih dari 30 hari)

  1. Surat Pengantar dari Ketua RT dan RW
  2. Blanko Surat Keterangan Kematian yang sudah diisi
  3. Foto Copy KTP yang meninggal dan pelapor = masing-masing 2 lembar
  4. Kartu Keluarga asli (membuat KK baru untuk menghilangkan nama yang meninggal dalam KK)
  5. Foto Copy KK lama = 2 lembar + FC Blanko KK baru = 2 lembar
  6. Foto Copy KK pelapor apabila pelapor dan yang meninggal tidak satu KK = 2 lembar
  7. Surat Kematian dari Rumah Sakit (apabila meninggal di Rumah Sakit) asli dan foto copy = 1 lembar
  8. Apabila meninggal dirumah maka mengisi blanko Blanko Surat Pernyataan

Kematian 2.1Kematian 2.2Kematian 2.3Kematian 2.4Prosedur Pengurusan Akte Kematian Terlambat

Petugas penerima berkas mengecek kelengkapan berkas, apabila berkas sudah lengkap maka petugas Kelurahan akan memproses Surat Kematian dan KK tersebut, kemudian pemohon menerima Surat Kematian dari Kelurahan dan memfoto copy sebanyak 2 lembar, setelah itu langsung diserahkan kepada petugas dari Dispenduk yang ada dikelurahan tersebut untuk diproses lebih lanjut. Pemohon akan menerima tanda terima untuk pengambilan Akte Kematian dan KK.

Catatan :

1.  Apabila yang meninggal sudah dihapus / tidak tercantum di Kartu Keluarga, maka harus mengisi blanko Surat

     Pernyataan diatas materai

2.  Untuk Pembuatan Akte Kematian di Dispendukcapil harus dilampiri :

  • Foto copy Akte Kelahiran yang meninggal
  • Foto copy Surat Nikah yang bersangkutan (apabila sudah menikah)
  • Foto copy Surat Nikah orang tua

     Apabila tidak bisa melampirkan berkas-berkas tersebut, maka harus mengisi blanko Surat Pernyataan diatas

     materai.

 

Blanko-blanko kelengkapan untuk mengurus Akte Kematian :

Blanko Surat Keterangan Kematian

Blanko Surat Keterangan Kematian

Blanko Surat Telah Meninggal Dunia

Blanko Surat Pernyataan Telah Meninggal Dunia

Blanko Surat Pernyataan Almarhun Anak Seorang Ibu

Blanko Surat Pernyataan Almarhun Anak Seorang Ibu

Blanko Surat Pernyataan Kematian Bagi Penduduk Yang Tidak Bisa Menunjukkan KTP & KK

Blanko Surat Pernyataan Kematian Bagi Penduduk Yang Tidak Bisa Menunjukkan KTP & KK

Formulir Pelaporan Kematian

Formulir Pelaporan Kematian